KAKI KAMBING DALAM JUBAH

Malik bin Dinar tak pernah memakan asam dan manisan sejak berpuluh-puluh tahun lamanya. Apabila menjelang berbuka puasa, dia hanya membeli dua keping roti kering. Roti tersebut dipanaskan, dan dimakannya selepas waktu Maghrib masuk.

Suatu hari, Malik jatuh sakit. Tiba-tiba terbayang di benaknya sepotong daging yang sudah dimasak. Sebenarnya, Malik sudah menahan diri semenjak 10 hari lalu. Tetapi kini, dia seolah tak sanggup lagi menahan untuk menikmati daging tersebut. Akhirnya, ia pergi membeli dua kaki kambing serta menyimpannya di dalam tangan baju jubahnya.

Si pedagang merasa aneh melihat perbuatan Malik dan diam-diam, dia mengarahkan pelayannya untuk mengikuti Malik supaya dia dapat mengetahui apa yang dilakukan Malik dengan kaki kambing itu.

Tetapi tak lama kemudian, pelayan itu balik semula dengan menangis tersedu-sedan. Pelayan itu menerangkan kepada majikannya apa yang dia lihat.

“Dengan membawa kaki kambing itu dari sini, dia pergi ke tempat yang sunyi. Disana, dia mengeluarkan kaki kambing dari baju jubahnya, dan menciumnya tiga kali, seraya berkata ‘Nafsuku, sekadar ini sajalah yang sanggup ku lakukan, lebih dari ini tak layak bagimu.’ Lalu, dia memberikan roti dan kaki kambing itu kepada fakir miskin dengan berkata, ‘Tubuhku yang lemah, janganlah engkau mengira semua penderitaan ini disebabkan rasa permusuhan. Aku melakukannya jesteru untuk menyelamatkanmu dari bahaya api neraka. Bersabarlah beberapa hari. Insya Allah, ujian ini akan berakhir, dan engkau akan mendapatkan upah yang sewajarnya.”

Malik dilaporkan pernah berkata, “Sungguh aku sama sekali tak dapat memahami penyataan yang mengungkapkan bahawa jika seseorang tidak makan daging selama 40 hari, maka kecerdasannya akan berkurang.Aku tidak pernah makan daging, bahkan hingga sekarang telah lebih 20 tahun, tetapi kecerdasanku semakin bertambah dari hari ke sehari.”

YRC

Rujukan

Khairul Ghazali, (2007). “Ketawa dan Tangis Manusia”. 15A, Tingkat 1, Wisma Yakin, Jalan Masjid India, 50100, Kuala Lumpur. Darul Nu’Man. Tajuk 82  (m.s 64). http://www.darulnuman.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s