LILIN YANG TIDAK BOLEH PADAM

Suatu hari, Abu  Yahya menerima kunjungan seorang sufi dengan penuh ramah. Ahmad pun menghormatinya dengan ramah juga. Salah satu penghormatannya kepada tamunya adalah dengan menyalakan 10 batang lilin.

“Ini tidak menyenangkan hatiku,” kata sufi tersebut, “kerana bersusah-payah melakukan sesuatu tapi tidak ada kaitannyadengan ajaran sufi.”

“Kalau begitu, bangunlah dan padamkanlah semua lilin yang ku nyalakan hanya kerana Allah.”

Sufi tersebut segera bangkit dari duduknya, lalu memadamkannya. Tetapi apa yang terjadi? Sepanjang malam ia berusaha memadamkan lilin itu tapi tak satu lilin pun yang berjaya dipadamkannya.

YRC

Rujukan

Khairul Ghazali, (2007). “Ketawa dan Tangis Manusia”. 15A, Tingkat 1, Wisma Yakin, Jalan Masjid India, 50100, Kuala Lumpur. Darul Nu’Man. Tajuk 104 (m.s 91). http://www.darulnuman.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s