RENDAH HATI

Pada suatu hari, Khalifah Umar bin Abdul Aziz dikunjungi oleh seorang tetamu yang juga termasuk kerabat dekatnya. Saat itu, Khalifah sedang menulis, dan pelita yang digunakannya hampir padam.

Sang tetamu berkata: “Biarkan aku yang menghidupkan pelita itu.”

Khalifah menjawab: “Bukan suatu kemuliaan bila seseorang memperhamba tetamunya.”

Tetamunya berkata lagi: “Jangan, dia baru saja tidur. Jangan dibangunkan.’

Lalu Khalifah mengisi pelita dengan minyak dan menyalakannya. Tetamu itu bertanya: “Engkau sendiri yang mengerjakannya, wahai Amirul Mukminin?”

Khalifah menjawab: “Aku pergi menyalakan pelita dan aku tetap Umar, tidak berkurang sedikit pun. Sebaik-baik manusia ialah yang bersikap merendah diri kepada Allah.”

YRC

Rujukan

Khairul Ghazali, (2007). “Ketawa dan Tangis Manusia”. 15A, Tingkat 1, Wisma Yakin, Jalan Masjid India, 50100, Kuala Lumpur. Darul Nu’Man. Tajuk 44 (m.s 29). http://www.darulnuman.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s