SETELAH 70 TAHUN MENYEMBAH BERHALA

Tujuh puluh tahun lamanya, seorang lelaki tua menyembah berhala dari batu. Suatu hari, ia datang memohon sesuatu kepada berhalanya dengan berkata:

“Tujuh puluh tahun aku menyembahmu, selama itu pula aku tak pernah meminta sesuatu apa pun darimu. Kini aku datang untuk meminta sesuatu. Tolong kabulkan permintaanku ini.”

Sudah 70 tahun ia menyembah berhala, namun sang berhala tidak mengkabulkan walaupun cuma satu permintaannya. Lantaran itu putus asalah lelaki itu.

Rupanya Allah S.W.T memberi hidayah kepadanya. Maka ia tidak yakin lagi dengan berhalanya., dan kali ini ia berdoa kepada Allah. Saat itu terdengar jawapan daripada langit:

“Wahai hambaKu, mintalah kepadaKu, nescaya Kukabulkan permintaanmu.”

Mendengar jawapan Allah S.W.T., gemparlah para malaikat di langit.

“Ya Allah, 70 tahun lamanya orang itu musyrik dan derhaka kepada-MU. Dan tujuh puluh tahun pula ia menyembah berhala. Kini baru sekali saja ia berdoa kepada-Mu, Engkau terus mengkabulkannya?” tanya para Malaikat.

Terdengar jawapan: “Wahai para Malaikat. Jika berhala yang benda mati itu tak dapat mengkabulkan permintaannya dan aku pun demikian, lalu di mana letaknya perbezaan antara aku dan berhala tersebut?”

Mendengar itu, sujudlah para Malaikat, patuh dan taat kepada kebesaran Allah S.W.T.

YRC

Rujukan

Khairul Ghazali, (2007). “Ketawa dan Tangis Manusia”. 15A, Tingkat 1, Wisma Yakin, Jalan Masjid India, 50100, Kuala Lumpur. Darul Nu’Man. Tajuk 80 (m.s 60). http://www.darulnuman.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s