TINGGI AKAL

Ketika pasukan kaum Muslimin mendekati Mesir untuk menguasainya, mereka tiba di benteng Babilon. Raja Mesir, Al-Muqauqis, meminta bertemu dengan juru cakap dari kaum Muslimin.

Panglima pasukan, Amru bin Ash, mengutus seorang juru cakap di bawah pimpinan Ubadah bin Shamith, seorang yang warna kulitnya hitam dengan tinggi badan lebih dari 2 meter.

Ketika melihat Ubadah, Al-Mauqauqis ketakutan dan berkata: “Jauhkan orang hitam itu dari hadapanku dan lantiklah orang lain sebagai pengganti.”

Para pengawal yang mengiringi Ubadah menjawab: “Orang hitam ini paling tinggi akal dan ilmunya, dan dialah pemimpin kami.”

Al Mauqauqis berkata: “Bagaimanakah kalian dapat menerima orang hitam itu sebagai pemimpin? Bukankah sepatutnya dia yang harus dipimpin kerana darjatnya yang rendah?”

Mereka menjawab: “Dia yang paling sempurna akalnya dan lebih dahulu beriman di antara kami.”

Al-Mauqauqis berkata: “Perintahlah orang hitam itu bicara dengan lembut. Saya sungguh gerun melihatnya.”

Ubadah berkata: “Dalam pasukan kami, terdapat 1000 orang yang warna kulitnya lebih hitam daripada saya.”

YRC

Rujukan

Khairul Ghazali, (2007). “Ketawa dan Tangis Manusia”. 15A, Tingkat 1, Wisma Yakin, Jalan Masjid India, 50100, Kuala Lumpur. Darul Nu’Man. Tajuk 49  (m.s 33). http://www.darulnuman.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s