UTUSAN MAUT

Dikisahkan bahawa seseorang didatangi Izrail, Malaikat pencabut nyawa. Orang itu lalu bertanya, “Apakah kedatanganku ini  sebagai kunjungan biasa atau untuk mencabut nyawaku?”

Izrail menjawab: “Kunjungan biasa”

Orang itu berkata lagi: “Demi persahabatan kita, dekat ajalku nanti, tolong kirimkan utusan untuk memberitahu mengenai kematianku yang semakin hampir.”

Izrail menyetujui permintaan itu. Maka pada suatu hari, Izrail datang untuk mencabut nyawanya. Orang itu, berkata: “Bukankah belum pernah ada utusanmu yang datang kepadaku untuk memberitahu perkara ini?”

Izrail menjawab: “Sudah…sudah pernah datang, bahkan beberapa kali.”

Orang itu bertanya: “Siapa dia?”

Jawab Izrail: “Bukankah tulang punggungmu sudah bongkok padahal sebelumnya lurus? Rambutmu memutih padahal sebelumnya hitam. Suaramu gementar padahal sebelumnya lantang. Bahkan akhir-akhir ini kamu lemah padahal dahulunya perkasa. Penglihatannya kabur padahal dahulunya terang. Aku telah mengirimkan begitu banyak utusan kepadamu padahal kamu hanya meminta satu utusan. Oleh itu, sekarang kamu janganlah menyalahkan aku.”

YRC

Rujukan

Khairul Ghazali, (2007). “Ketawa dan Tangis Manusia”. 15A, Tingkat 1, Wisma Yakin, Jalan Masjid India, 50100, Kuala Lumpur. Darul Nu’Man. Tajuk 27 (m.s 16). http://www.darulnuman.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s